Diserang Hoaks Jelang Lebaran, Perindo Bukittinggi Maafkan Penyebar Hoaks, Riyan Permana Putra Tegaskan Tetap Fokus Bantu Rakyat
Diserang Hoaks Jelang Lebaran, Perindo Bukittinggi Maafkan Penyebar Hoaks, Riyan Permana Putra Tegaskan Tetap Fokus Bantu Rakyat Bukittinggi — Di tengah beredarnya informasi tidak benar yang menyerang Partai Perindo, sikap...
Diserang Hoaks Jelang Lebaran, Perindo Bukittinggi Maafkan Penyebar Hoaks, Riyan Permana Putra Tegaskan Tetap Fokus Bantu Rakyat
Bukittinggi — Di tengah beredarnya informasi tidak benar yang menyerang Partai Perindo, sikap yang ditunjukkan Perindo Bukittinggi justru berbeda dari kebanyakan respons politik: tenang, tidak reaktif, dan tetap fokus membantu masyarakat.
Dipimpin Dr (c). Riyan Permana Putra, SH, MH, organisasi ini memilih jalan yang lebih dewasa—memaafkan penyebar hoaks, tanpa kehilangan ketegasan dalam menjaga marwah organisasi.
“Bagi kami sederhana, kami memilih kerja nyata. Kami tidak akan berhenti hanya karena ada isu yang tidak berdasar,” ujar Riyan.
Kepemimpinan Tenang di Tengah Tekanan
Di saat isu berkembang dan berpotensi memecah perhatian publik, Perindo Bukittinggi justru memperkuat kehadiran di tengah masyarakat Bukittinggi. Bantuan sosial tetap berjalan, UMKM terus didukung, dan layanan bantuan hukum gratis tetap dibuka tanpa henti melalui Whatsapp: 081285341919 dan website: pengacarabukittinggi.com
Riyan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak dalam konflik narasi yang tidak memberi manfaat langsung bagi rakyat.
“Kami tidak ingin menjawab fitnah dengan fitnah. Kami menjawabnya dengan kerja nyata. Biarlah masyarakat yang menilai,” tegasnya.
Sikap ini mulai dibaca publik sebagai tanda kematangan kepemimpinan—tenang dalam tekanan, fokus pada solusi, dan tidak terpancing konflik.
Memaafkan Tanpa Kehilangan Ketegasan
Langkah memaafkan penyebar hoaks menjadi titik penting yang memperkuat citra kepemimpinan Riyan. Di tengah budaya politik yang sering keras dan konfrontatif, pendekatan yang diambil justru lebih menyejukkan.
Namun, di balik sikap tersebut, Riyan tetap menegaskan bahwa hukum tetap menjadi rujukan. Pihaknya bahkan telah mengkaji aspek hukum terkait dugaan penyebaran hoaks yang beredar di grup WhatsApp “Info Warga Bukittinggi” pada pukul 13.11 WIB yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial SHA.
Menurut Riyan Permana Putra, penyebaran hoaks di media sosial diatur utamanya dalam UU ITE, khususnya Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A UU 1/2024, dengan ancaman penjara hingga 6 tahun dan/atau denda Rp1 miliar.
“Negara ini adalah negara hukum. Kami memaafkan, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap tindakan tetap memiliki konsekuensi hukum,” ujarnya.
Riyan Permana Putra juga mengutip hadis bahwa :
1. Memaafkan Menambah Kemuliaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang memberi maaf, melainkan Allah akan menambah kemuliaan baginya.”
(HR. Muslim)
Maknanya menurut Riyan: Memaafkan bukan kelemahan, justru meningkatkan derajat dan kehormatan seseorang.
2. Orang Kuat Adalah yang Mampu Menahan Diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat itu bukan yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maknanya menurut Riyan: Mengendalikan emosi dan memaafkan adalah tanda kekuatan sejati.
3. Balasan Surga bagi yang Memaafkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menahan amarah padahal ia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat dan mempersilakannya memilih bidadari yang ia kehendaki.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Maknanya menurut Riyan: Memaafkan dan menahan amarah memiliki ganjaran besar di akhirat.
4. Akhlak Mulia: Memaafkan yang Menyakiti
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sambunglah silaturahmi dengan orang yang memutusmu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan maafkanlah orang yang menzalimimu.”
(HR. Ahmad)
Maknanya menurut Riyan: Memaafkan orang yang menyakiti adalah puncak akhlak mulia.
Pernyataan ini menunjukkan keseimbangan antara kebijaksanaan dan ketegasan—dua hal yang kerap menjadi indikator pemimpin masa depan.
Dari Serangan Menjadi Simpati Publik
Fenomena munculnya hoaks di tengah meningkatnya aktivitas sosial Perindo Bukittinggi justru memunculkan persepsi baru di masyarakat.
Mengapa serangan muncul ketika kegiatan membantu rakyat semakin intens?
Sejumlah pengamat dan masyarakat menilai, ini merupakan dinamika politik yang lazim. Ketika sebuah figur mulai mendapat simpati publik, maka resistensi juga akan muncul.
Namun, yang membedakan adalah cara merespons. Dalam kasus ini, Riyan dinilai mampu mengubah potensi serangan menjadi simpati publik dengan pendekatan yang tenang dan berkelas.
Politik yang Berorientasi Pengabdian
Perindo Bukittinggi di bawah kepemimpinan Riyan Permana Putra menegaskan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana pengabdian kepada masyarakat.
Program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi hukum terus dijalankan sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat.
“Kami ingin menghadirkan politik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Politik harus hadir sebagai solusi,” kata Riyan.
Pendekatan ini memperlihatkan pola kepemimpinan yang tidak hanya berbicara, tetapi bekerja dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Citra Pemimpin Masa Depan
Di tengah dinamika politik lokal yang semakin kompetitif, sosok Riyan Permana Putra mulai dipandang sebagai figur alternatif yang memiliki karakter kepemimpinan berbeda: tenang, rasional, dekat dengan rakyat, dan mampu mengelola konflik dengan bijak.
Langkah memaafkan di tengah serangan hoaks menjadi simbol bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada ketegasan, tetapi juga pada kemampuan menahan diri dan menjaga persatuan.
Di Bukittinggi, publik mulai melihat lebih dari sekadar dinamika isu. Mereka melihat sikap, tindakan, dan arah kepemimpinan.
Langkah yang diambil Partai Perindo Bukittinggi bersama Riyan Permana Putra menunjukkan bahwa di tengah serangan hoaks, muncul sebuah narasi baru: pemimpin yang tidak hanya kuat menghadapi tekanan, tetapi juga bijaksana dalam menjaga persatuan dan tetap berpihak kepada rakyat.
Tepis Isu Dukung Zionis Israel, Riyan Permana Putra Pimpinan Perindo Bukittinggi: Itu Hoaks
DPD Partai Perindo Kota Bukittinggi menanggapi isu soal Partai Perindo mendukung zionis Israel. Pimpinan Perindo Bukittinggi, Riyan Permana Putra, Kamis, (19/3/2026) menyampaikan, bahwa isu yang beredar itu adalah hoaks.
“Beberapa hari ini semakin marak di masyarakat terkait berita hoaks dan pencemaran nama baik Partai Perindo yang mengatakan bahwa Partai Perindo terutama keluarga besar bapak Hary Tanoe Soedibyo Mendukung Zionis Israel,” katanya.
Terkait hal ini, dia menyatakan, bahwa saat ini semua sepakat dan memahami bahwa konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina itu adalah bukan Perang Agama antara Yahudi dan Islam, tapi ini sudah masuk isu kemanusiaan.
“Isu genosida terhadap rakyat Paletina. Siapa rakyat Palestine? Disitu ada mayoritas umat Islam, ada umat Kristen, ada juga umat Katolik dan umat Yahudi itu sendiri bahkan mungkin umat beragama lainnya yang menjadi korban kekejaman Zionis Israel. Yang selama ini mereka hidup damai, saling menghargai tanpa memaksakan keyakinan masing – masing dan saling menjunjung tinggi toleransi terhadap umat beragama, saling hidup rukun antara umat beragama, suku, bangsa dan Ras,” katanya.
Kemudian, keluarga besar Perindo dan MNC Group, kata dia, juga telah mengirimkan donasi bantuan untuk Palestina.
“Perindo menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan tahap awal kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia kepada HE Zuhair Alshun, tidak banyak memang dibandingkan kepedihan dan derita yang dirasakan oleh seluruh rakyat Palestina, yaitu sebesar Rp1 Milyar,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika foto yang beredar tersebut adalah foto lama dan Perindo sendiri belum lahir.
“Foto yang beredar yang menunjukkan Ketua Umum kami bersama Simon Perez, mantan Perdana Menteri Israel, adalah foto yang diambil sebelum Partai Perindo lahir,” katanya.
Riyan Permana Putra juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Perindo pernah menerima kunjungan dari Perdana Menteri Palestina ketika berkunjung ke Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap isu Palestina.
Riyan Permana Putra juga mengimbau masyarakat, terutama di Bukittinggi, untuk menjadi lebih cerdas dalam menanggapi isu-isu yang beredar, terutama di media sosial.
Riyan Permana Putra menekankan bahwa sebagian besar isu tersebut bertujuan untuk menjatuhkan pihak tertentu, dan penting bagi masyarakat untuk mendekati informasi dengan bijak.
“Sekali lagi kami harapkan kepada masyarakat khususnya Bukittinggi untuk lebih cerdas dalam menanggapi isu-isu yang beredar terutama di media sosial. Apalagi isu tersebut juga bertujuan menjatuhkan,” tukasnya.(*)





